Senin, 21 November 2016

KEBUTUHAN DAN REKOMENDASI ZAT-ZAT GIZI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
       Telah diketahui bahwa tubuh kita memerlukan berbagai zat gizi dengan jumlah masing – masing yang mencukupi. Menjadi pertanyaan beberapa kuantum masing – masing zat gizi diperlukan agar tubuh tetap sehat. Untuk beberapa jenis zat gizi, para ahli telah meneliti kwantum yang diperlukan setiap zat setiap harinya. Tetapi tidak semua zat gizi dapat diketahui jumlah yang diperlukan karena terdapat faktor – faktor yang berpengaruh sehingga sulit untuk diteliti dan perhitungkan. Ada pula zat – zat gizi yang diperlukan dalam jumlah kecil, sehingga tidak pernah timbul kesulitan dalam  memenuhi kebutuhan, jumlah kebutuhan tubuh akan kwantum zat gizi selalu tersedia didalam rata – rata hidangan yang dikonsumsi masyarakat. Untuk beberapa zat gizi yang sering menimbulkan persoalan dalam memenuhi kebutuhan badan, telah diteliti dan diketahui kwantum yang diperlukan tubuh setiap hari, untuk setiap kelompok umur , jenis kelamin dan kondisi fungsional, seperti  keadaan hamil dan menyusui pada para wanita. Peranan media sangat krusial dalam mempengaruhi masyarakat. Salah satu yang mencolok adalah gaya hidup masyarakat dalam mencari zat – zat gizi yang baik untuk di konsumsi seperti suplemen .  suplemen  yang banyak di cari dan  digembar-gemborkan nyatanya belum jelas memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah berdampak pada kesehatan. Bahkan, justru membuat asupan nutrisi tubuh menjadi berlebihan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan . Selain kelebihan, kekurangan zat gizi esensial menyebabkan penyakit kurang gizi yang akan menghambat kerja organ tubuh lainnya yang dapat menyebabkan tubuh menimbun atau menyimpan semakin banyak penyakit. Lalu bagaiman cara kita agar dapat menentukan zat – zat gizi yang baik tubuh.




1.2. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana  cara menentukan kebutuhan minimal sehari dan anjuran kebutuhan sehari ?
2.      Bagaimana cara menentukan kebutuhan zat – zat gizi dan kebutuhan tubuh akan energi ?
3.      Bagaimana menetukan  kebutuhan energi dan bahan makanan pengganti ?
4.      Sebutkan 10 zat gizi yang baik di konsumsi oleh tubuh ?
5.      Bagaimana cara menetukan faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi  ?
6.      Bagaimana cara peningkatan gizi di Indonesia ?

1.3.Tujuan

1.      Memahamo cara menentukan kebutuhan minimal sehari dan anjuran kebutuhan sehari
2.      Mengetahui cara  menentukan kebutuhan zat – zat gizi dan kebutuhan tubuh akan energi
3.      Mengetahui cara  menetukan angka kebutuhan terbobot dan bahan makanan pengganti
4.      Mengetahui 10 zat gizi yang baik di konsumsi oleh tubuh
5.      Mengetahui cara menetukan faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi
6.      Mengetahui kegiatan peningkatan  gizi di Indonesia.





BAB II
PEMBAHASAN

1.1.          Kebutuhan Minimal Sehari dan  Anjuran Kebutuhan Sehari
       Jumlah Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) Minimal Daily Requirement Nilai Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) untuk zat – zat gizi tertentu telah di tentukan dengan dua pendekatan : Pendekatan terapedik dan Pendekatan preventif. Pada pendekatan terapedik, subjek percobaan dibuat sakit dahulu dan kemudia diberi zat gizi yang sedang diteliti untuk menetukan dosis terkecil yang dapat menyembuhkan gejala – gejala kekurangan zat  gizi. Pada pendekatan preventif subjek percobaan sehat diberi makanan yang mengandung zat gizi sedang diteliti dikurangi secara bertingkat dan dicari dosis terkecil yang sanggup menjaga subjek percobaan dari gejala – gejala defisiensi zat gizi.    Anjuran kebutuhan sehari  Recommended Daily Alloance RDA. MDR adalah kebutuhan minimal sehari agar seseorang  tidak menjadi sakit , pada kondisi umum di anggap normal. Ada keadaan khusus , dosis MDR tidak akan mencukupi.  Jumlah ( dosis ) MDR zat gizi telah tambahan kemudian dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari dan disebut Anjuran Kecukupan sehari atau RDA ( Recommended Daily Allowance ). Tambahan pada MRD menjadikan RDA di sebut batasan keamanan ( safety margin ) sehingga  dapat dirumuskan :

RDA = MDR+
RDA = Anjuran Kecukupan Sehari
MDR = Kebutuhan Minimal Sehari
         = Batas Keamanan

Nilai MDR tidak banyak berbeda bagi berbagai bangsa . tetapi RDA berbeda – beda bagi masing – masing Negara atau bangsa. Hal ini karena nilai batas keamanan yang bebeda – beda. Faktor – faktor yang mempengaruhi  besar dan batasan keamanan ialah :
-          Tingkat gizi masyarkat yang inggin dicapai
-          Tingkat ekonomi masyarakat ( Negara ) yang menentukan tingkat daya beli
-          Umur kelompok
-          Jenis kelamin
-          Kondisi fisik, seperti sedang hamil atau sedang menyusui.
       Nilai RDA berlaku bagi rata – rata masyarakat , bila diterapkan bagi perorangan, harus diadakan adaptasi kondisi orang, misalnya orang gemuk mungkin memerlukan lebih banyak zat gizi dan sebaliknya orang kurus lebih akan memerlukan lebih sedikit zat gizi dibandikan dengan RDA. Tingkat kegiatan kerja berpengaruh terhadap RDA bagi perorangan, demikian pula keadaan rekonvalensen memelukan tambahan terhadap RDA. Bahwa besar batas keamanan berbada bagi berbagai masyarakat atau suatu Negara sehingga RDA juga berbeda menutut masing – masing Negara. Nilai RDA untuk suatu Negara harus ditinjau secara periodik.
a.       Daftar RDA Indonesia
Zat  gizi yang dicantumkan didalam Daftar Anjuran  Keccukupan sehari   (RDA) bagi Indonesia hanya untuk zat –zat gizi tertentu, terutama bagi zat – zat gizi yang sering menimbulkan problem kesehatan. Energi ikut dicantumkan, meskipun tidak termasuk zat gizi. Bahwa energi dihasilkan oleh tiga sumber energi utama  : Karbohidrat, lemak, dan Protein, merupakan produk bersama dari tiga jenis zat gizi. Telah kita ketahui bahwa energi dinyatakan dalam satuan kalori, yang sebenarnya diketahui kilogram kalori.

b.      Penggunaan daftar RDA
       Angka – angka didalam daftar RDA merupakan nilai rata – rata unutk kelompok populasi, seorang sehari karena itu, nilai daftar dikelompokan golongan umur, kelompok jenis kelamin, dan berat badan. Penggunaan utama daftar RDA adalah untuk menilai data rata – rata hasil sesuatu survey dan merancang penyediaan pangan bagi suatu kelompok masyarakat.
a.       Revisi Daftar RDA secara Periodik
      Meskipun MDR sama bagi semua bangsa, tetapi setiap Negara mempunyai nilai RDA sendiri – sendiri yang saling berbeda karan nilai batas keamanan yang berbeda.  Daftar  RDA sebaiknya direfisi secara periodic, bila terjadi perubahan yang mendadak kepada kondisi masyarakat yang mempengaruhi nilai batas keamanan, seperti tingkat daya beli masyarakat.  Di Indonesia sejak kemerdakaan refisi daftar RDA mula – mula di lakukan setiap 10 tahun tetapi sejak REPELITA ( rencana pembangan lima tahun ) yang mencapai kemajuan ekonomi pesat refisi daftar RDA dilakukan setelah 5 tahun.
2.2. Kebutuhan  Tubuh Akan Energi
       Energi yang dibutuhkan oleh tubuh berasal dari zat gizi   yang merupakan sumber utama ialah karbohidrat,lemak dan protein. Energi yang diperlukan dinyatakan dalam satuan kalori. Dalam ilmu alam dikenal dengan satuan gramkalori dan kilogram kalori ( 1 Kgkal = 103 gramkal ). Dalam ilmu gizi hanya dikenal satu jenis kalori. Yaitu sama dengan Kgkal dalam pengertian ilmu alam. Unutk satuan pengukur energi di pergunakan Joule ( J ). Hubungan antara satuan kalori dan  Joule ialah :  1 kal = 4,185 kj ( kilojoules ); 1K= 103 J. Energi yang dibutuhkan tubuh terutama berasal dari zat gizi karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa jenis ikatan organik didalam bahan makan memberikan juga energi seperti alkhol dan asam – asam organik tetapi pada umumnya zat – zat organik ini tidak di konsumsi dalam jumlah yang berarti, sehingga iurannya kepada energi makanan dapat diabaikan. Energi kimiawi di dalam bahan makanan berasal dari energi photon di dalam sinar matahari, yang di tangkap oleh tumbuhan dalam proses photosyntetis, menjadi ikatan-ikatan organik di dalam bahan makanan. Energi yang dipergunakan tubuh dapat dibagi menjadi dua kelompok besar : Energi untuk kebutuhan physologis minimal tubuh dalam keadaan basal, disebut metabolisma basal (basal metabolism, BM). Dan energi untuk melakukan kerja luar.
a.       Metabolisma Basal.
Energi basa (BM) ialah energi yang diperlukan minimal untuk melaksanakan gaya hidup biologis, tanpa melakukan kerja luar. Energi basal dipergunakan untuk denyut jantung, gerak alat pernapasan , gerak alaat pencernaan , alat urogenital , sekresi kelenjar-kelanjar , biolistrik syaraf dan sejenisnya.. Ada dua cara melaksanakan kalorimetri untuk mengukur kwantum enersi yang dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk enersi thermis:
-          Kalorimetri langsung (direct calorimetry)
Bila suhu air sebelum percobaan Tp dan pada akhir percobaan terdapat TA, maka kenaikan suhu karena menyerap enersi thermis dari tubuh itu T=TA-Tp, terdapatlah persaamaan: enersi yang diserap alat-alat dan air sama banyak dengan enersi yang dikeluarkan tubuh.
E = (A + W). T
E =  Energi yang dikeluarkan tubuh (kalori)
A =  Berat air (Kg)
W =  Nilai air alat
T =  TA – Tp – Kenaikan suhu dalam percobaan (˚C).

b.      kebutuhan Enersi bagi Kerja Luar.
       Energi yang di perlukan tubuh untuk mengerjakan kerja luar merupakan tambahan terhadap enersi BM. Energi untuk kerja luarpun berasal dari sumber enersi utama dalam bahan makanan, yang dapat pula diukur dengan cara kalorimetri tak langsung, misalnya dengan kantung DOUGLAS (sistem terbuka) atau dengan spirometer KOFRANYIMICHAELIS (sistem tertutup ).
TABEL KEBUTUHAN ENERGI UNTUK MELAKUKAN
BERBAGAI TINGKAT KERJA (kal/menit)
Sangat ringan                                      kurang dari 2,5
Ringan                                                 2,5 -  4,9
Sedang                                                            5,0 - 7,4
Berat                                                   7,5 - 9,9
Sangat berat                                        10,0 -  12,4
Luar biasa berat                                   12,5 atau lebih

Untuk lebih praktis disusun Daftar RDA untuk kebutuhan kalori suatu masyarakat. Metabolisme susunan hidangan, umur, jenis kelamin, kondisi iklim, kondisi physiologik seperti hamil dan menyusui, serta kondisi kesehatan (infeksi, kelainan hormonal, dan lain - lain).

TABEL KEBUTUHAN ENERGI SEHARI DIKAITKAN
DENGAN TINGKAT BM

Tingkat berat                                       Energi yang diperlukakan
Pekerjaan                                             Kalori/24 jam
Sangat ringan                                      BM +30%
Ringan                                                 BM + 50%
Sedang                                                            BM + 75%
Berat                                                   BM + 100%
Sangar berat                                        BM + 125% atau lebih

2.3.Angka Kebutuhan Terbobot dan Bahan Makan Pengganti
a.       Pengaruh Susunan Hidangan Spesific Dynamic Action. ( SDA )
       Pada umumnya energi yang telah dikonsumsi dalam hidangan, dan berbeda menurut jenis komposisi yang dikonsumsi tersebut. Jadi setiap jenis zat gizi sumber energi itu menyebabkan stimulasi terhadap metabolisme yang menghasilkan energi. Stimulasi zat gizi untuk menambah produksi energi tubuh ini disebut Specific Dynamic Action (SDA). Nilai SDA untuk berbagai jenis sumber utama energi dan untuk hidangan campuran, terlihat pada Daftar nilai SDA untuk berbagai bahan makanan :

NILAI SDA UNTUK BERBAGAI BAHAN MAKANAN
Bahan makanan ( Zat Gizi )                SDA dalam %
Karbohidrat                                         6 -  75%
Lemak                                                 4 - 14%
Protein                                                 30 - 40%
Hidangan campuran                            10 - 17%
( rata - rata 10%)
      Dalam perhitungan kebutuhan energi hidangan bagi seseoang harus dimasukkan tambahan pemakaian energi bagi SDA ini, karena bila tidak diberi alokasi di dalam makanan, akan diambil dari jaringan tubuh sendiri. Jenis energi yang dibutuhkan di dalam hidangan harus memenuhi keperluan :
-          Metabolisma Basal (BM)
-          Kerja luar
-          SDA, dan
-          Untuk kondisi physiologik khusus seperti kehamilan, menyusui.
       Semua kebutuhan energi ini sudah tercakup dalam RDA energi yang disusun oleh Kementrian Kesehatan, seperti yang terlihat pada halaman 208. Baik diingatkan kembali bahwa RDA yang tertera di dalam daftar tersebut berlaku bagi rata - rata seorang Indonesia dalam 24 jam. Pentrapan nilai RDA ini bagi perorangan harus dikoreksi atau diadaptasikan pada kondisi (struktur) tubuh dan kondisi kerja orang tersebut (kerja berat, ringan, dan sebagainya). Penilaian dampak akhir dari tingkat konsumsi tehadap kesehatan orang tersebut ditentukan dengan melihat kondisi kesehatan klinis orang tersebut. average)
b.      Kebutuhan Rata - Rata Terbobot Seorang Indonesia
       Sehari dibulatkan 1.990 kal/sehari. Ditambah safety margin dan dibulatkan 2.100 kal/sehari Untuk dapat menghitungnya diperlukan:
-          Data Demografi
-          Daftar RDA menurut umur dan jenis kelamin
-          Jumlah krhamilan dan menyusui.
Dihitung berdasarkan  FAO -WHO, Handbook on Human Nutrition Requirements, Rome 1974. Terjemahan Kebutuhan Energi Rata - rata Terbobot ke dalam Bahan Makanan Pokok. Kebutuhan energi terutama dipengaruhi  oleh bahan makanan pokok. Untuk perhitungan ini perlu diketahui berapa persen dari energi total yang dibutuhkan manusia Indonesia sehari itu berasal dari beras sebagai sumber utama energi.
c.       Penggunaan Angka Kebutuhan Beras Rata - rata Terbobot.
       Kebutuhan beras rata - rata terbobot sangat memudahkan dalam menyediakan pangan untuk masyarakat, dalam hal ini berbentuk beras. Ke dalam angka kebutuhan rata - rata terbobot telah diperhitungkan pengaruh - pengaruh khusus perbedaan kelompok.. Kalau bahan makanan pokok tersebut bukan beras, maka perhitungan yang diguunakan adalah satuan energi, yaitu 2.100 kal. Kalau dianggap bahwa presentasi energi non-beras ini sama dengan energi yang diberikan beras (60%), dapat dilakukan perhitungan konveri beras ke dalam makanan non-beras, berdasarkan isi kalori non-beras dan isi kalori beras. Nilai konversi tersebut ialah:
                       
NKBeras/NKnon-B x Beras
d.      Kebutuhan Tubuh akan Protein.
       Kebutuhan tubuh akan protein pada orang dewasa ditentukan dengan cara: Nitrogen Balance, dan Factorial Method. Pada orang dewasa, dianggap sudah tidak ada lagi pertumbuhan badan, sehingga penggunaan protein untuk pertumbuhan dapat diabaikan.  Penetuan Kebutuhan Protein dengan Nitrogen Balance .  Maka protein yang merupakan RDA adalah setelah ditambah dengan batas keamanan (safety margin).

                                    NU = Neks-U + NEU    
                                                NF  = Neks-F + NEF

Bila Nkon = O, maka Neks-U dan Neks-F keduanya menjadi nol. Pada saat itu: NU = Neks-U dan NF= Neks- F. Jadi nitrogen endogen dalam uine dan dalam tinja terdapat bila subjek percobaan diberi hidangan bebas nitrogen; protein di dalam urine dan di dalam Menentukan Kebutuhan Protein dengan Factorial Method. Dalam metode ini kebutuhan minimal protein (N) ditentukan dengan menliti total N yang di ekskresikan oleh tubuh. Kebutuhan protein (N)  pada  orang dewasa adalah jumlah (N) yang diperlukan untuk menggantikan N yang diekskresikan oleh tubuh tersebut. Tubuh mengekskresikan nitrogen melalui beberapajalur :
-          Eksresi N dalam urine: NU
-          Eksresi N dalamtinja: NF
-          Eksresi N melaluipermukaankulit, dalambentukrambut yang rontokterbuangdanepithelsertaeksresikulit yang terbuang.
Kebutuhan nitrogen (protein) seorang dewasa sehari rata‑ rata adalah 1.0 mg/kg berat badan. 


e.       Penyediaan Protein Bagi Masyarakat
       Penyediaan  protein bagi sesuatu masyarakat harus pula dirancang setiap tahunnya. Untuk menghitung kebutuhan penyediaan protein nasional melalui data. Demografik; Meliputi jumlah total penduduk, distribusi kelompok umur dan jenis kelamin, jumlah bayi tahun tersebut, jumlah ibu yang sedang hamil dan jumlah ibu yang menyusukan.
f.       Data (Daftar RDA) Yang Berlaku bagi Masyarakat
      Metode menghitung kebutuhan rata-rata seorang Indonesia sehari bagi protein, mengahsilkan apa yang disebut kebutuhan rata-rata terbobot (weighted average). 
g.      Terjemahan Kebutuhan Rata-rata Terbobot Protein kedalam BahanMakanan.
       Kebutuhanakan protein ini harus di konversi ke dalam makanan sumber protein yang terdapat di Indonesia dalam hidangan masyarakat umum.
h.      BahanMakananPengganti
       Hagi makanan pokok, umumnya merupakan sumber energi yang berasal dari karbohidrat: beras, jagung, terigu, singkong, ubijalar, talas, sagu.  
2.4.  Zat - Zat Gizi
1.             Karbohidrat- Fungsi karbohidrat yaitu menghasilkan energi, merupakan cadangan tenaga bagi tubuh, dan mempertahankan suhu tubuh. Sumber karbohidrat antara lain nasi, gandum, sagu, jagung, dan ketela pohon.
2.             Protein- Fungsi Protein yaitu unuk membentuk sel-sel jaringan tubuh manusia, mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau aus, dan untuk pertumbuhan serta perkembangan.Sumber protein hewani antara lain daging, ikan, putih telur, dan susu. Sumber protein nabati antara lain kacang dan kedelai.     
3.            Lemak- Fungsi lemak adalah sebagai makanan cadangan, penghasil energi, pelindung tubuh dari pengaruherubahan suhu, dan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.
4.             Mineral- Fungsi mineral adalah sebagai pengatur proses metabolisme dalam tubuh. Jenis-jenis mineral yaitu kalsium, fosfor, flour, yodium, zat besi, dan tembaga.
5.             Air dalam tubuh berfungsi melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan, dan mengatur suhu tubuh.
a.              Vitamin A : Membantu menjaga kesehatan mata dan menguatkan daya tahan tubuh. Dan Membantu fungsi fisiologi lainnya, termasuk pertumbuhan jaringan tubuh.
-          Angka kebutuhan vitamin A : Wanita: 700 mikrogram per hari dan Pria: 900 mikrogram per hari
-          Makanan yang mengandung Vitamin A: sayuran berdaun hijau gelap, dan berwarna cerah, seperti ubi, labu, bayam, wortel.
Bonus nutrisi: banyak sayuran yang mengandung vitamin A, juga mengandung serat dan vitamin lainnya.
b.            Vitamin C : Penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat, antioksidan yang ampun dan membantu mengurangi risiko penyakit kanker, juga dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.
-          Angka kebutuhan vitamin C : Wanita: 75 miligram per hari dan Pria: 90 miligram per hari
-          Makanan yang kaya akan nutrisi vitamin C: jeruk, jambu biji, buah persik, kiwi, cabai merah, brokoli, belewar, kale, kecambah brussel.
Bonus nutrisi: makanan yang kaya akan vitamin C juga mengandung serat dan beberapa vitamin, termasuk A dan K.
c.              Vitamin D : Memainkan peranan penting dalam membentuk dan mengelola tulang yang kuat.
-       Angka kebutuhan vitamin D : Wanita: Sampai 70 tahun: 600 international unit dan di atas 70 tahun: 700 international unit,
Pria : Sampai 70 tahun: 600 international unit dan di atas 70 tahun: 700 international unit
-          Makanan yang mengandung Vitamin D: ikan salmon, tuna, susu yang diperkaya, jus buah yang diperkaya.
Bonus nutrisi: Selain mengandung vitamin D, ikan juga kaya akan asam lemak omega-3, yang melindungi jantung dan memperlambat penurunan daya ingat di usia senja.
d.             Vitamin E : Antioksidan yang ampuh, membantu mencegah kerusakan sel-sel tubuh yang menyebabkan kanker akibat radikal bebas. Dan kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf.
-          Angka kebutuhan vitamin E : Wanita: 15 miligram per hari dan Pria: 15 miligram per hari
-          Makanan yang kaya akan vitamin E: kacang almon, biji bunga matahari, hazelnut, sarden, alpukat, minyak bunga matahari.
Bonus nutrisi: kacang banyak mengandung lemak tak jenuh yang membantu mencegah penyakit jantung.

e.              Vitamin K : Penting untuk pembekuan darah, memiliki peranan penting dalam mineralisasi tulang dan pertubuhan sel-sel tubuh, kekurangan vitamin K dapat menyebabkan memar, mimisan, dan tulang yang rapuh.
-          Angka kebutuhan vitamin K : Wanita: 90 mikrogram per hari dan Pria: 120 mikrogram per hari
-          Makanan yang mengandung vitamin K: kale, bayam, sawi hijau, kecambah brussel, brocoli, bit hijau, collard hijau, mustard hijau.
Bonus nutrisi: sayuran berdaun hijau gelap juga mengandung vitamin A dan C, serta mengandug serat.
f.              Kalsium : Penting untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, juga melindungi jantung dan pembuluh darah arteri, menurunkan risiko kanker payudara dan juga dapat menjaga tubuh melawan jenis kanker lain.
-          Angka kebutuhan kalsium : 19-50 tahun: 1000 miligram per hari dan di atas 50 tahun: 1200 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung kalsium: susu, yogurt, tofu yang diperkaya kalsium, sereal yang diperkaya, keju rendah lemah, jus jeruk yang diperkaya.
Bonus nutrisi: susu, yogurt, dan keju rendah lemak juga mengandung banyak protein serta potasium.
g.             Kolin : Penting untuk membangun dan merawat sel-sel tubuh. Terutama penting untuk otot dan fungsi saraf.
-          Angka kebutuhan kolin : Wanita: 425 miligram per hari dan Pria: 550 miligram per hari
-          Makanan yang menganadung Kolin: telur dan kacang-kacangan.
Bonus nutrisi: telur dan kacang-kacangan juga kaya akan protein, folat, magnesium, dan potasium.
h.              Magnesium : Dibutuhkan untuk lebih dari 300 reaksi kimia dalam tubuh, membantu mengatur tekanan darah, dan mengelola kekuatan tulang, menjamin kesehatan sistem kekebalan tubuh.
-          Angka kebutuhan magnesium : Wanita : 19-30 tahun: 310 miligram per hari, di atas 31 tahun: 320 miligram per hari dan Pria : 19-30 tahun: 400 miligram per hari di atas 31 tahun: 420 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung magnesium: ikan halibut, kacang-kacangan, kacang tanah, bayam, oatmeal.
Bonus nutrisi: kacang-kacangan juga kaya akan serat dan protein nabati. Ikan juga merupakan sumber yang baik untuk lemak tak jenuh yang dapat membantu mencegah penyakit 
jantung.
i.              Potasium : Fakta membuktikan bahwa kekurangan potasium berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, kekurangan potasium juga dapat meningkatkan risiko penyakit batu ginjal dan osteoporosis.
-          Angka kebutuhan potassium : Wanita: 4700 miligram per hari dan Pria: 4700 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung potasium: kentang, tomat, bayam, wortel, pisang, kacang-kacangan, ikan, jus jeruk.
Bonus nutrisi: dengan banyak memakan sayuran dan buah, anda juga meningkatkan asupan nutrisi untuk vitamin A, C dan K.
j.               Serat : Membantu mencegah dan melawan penyakit jantung dan diabetes tipe 2dan membantu seseorang mengelola berat badan yang sehat. Juga membantu memperlancar buang air besar.
-          Angka kebutuhan serat : Wanita: 28 gram per hari dan Pria: 34 gram per hari
-          Serat banyak terdapat pada: sayur-sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan.
Bonus nutrisi: kacang-kacangan kaya akan lemak tak jenuh yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sayur dan buah juga mengandung berbagai vitamin.
2.5. Faktor Pengaruh  dan  Standa Kecukupan  Gizi
       Standar kecukupan gizi diperlukan sebagai pedoman yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam sehari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal . kebutuhan gizi setiap individu berbeda – beda tergantung beberapa faktor yang mempengaruhinya. Penilaiaan standar kecukupan gizi yang digunakan sebagai pedoman adalah hasil Widya karya pangan dan gizi yang direfisi setiap lima tahun sekali.
a.       Konsep dan kegunaan angka kebutuhan gizi
       Pedoman atau acuan jenis dan jumlah zat gizi yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam satu hari sangat diperlukan. Berkaitan dengan itu terdapat konsep kebutuhan gizi minimum sehari ( minimum daily requirement ) , yaitu jumlah zat gizi minimal yang di perlukan seseorang dalam sehari untuk hidup sehat.
b.      Faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi
       Kebutuhan pangan dan gizi berbeda antar individu, karena di pengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut :
-          Tahap perkembangan
-          Faktor fisiologi tubuh, misalnya kehamilan
-          Keadaan sakit dan dalam penyembuhan
-          Aktivitas fisik yang tinggi makin banyak memerlukan energi
-          Ukuran tubuh ( berat dan tinggi badan )
c.       Penentuan kebutuhan kecukupa energi
       Perhitungan kecukupan zat gizi yang dianjurkan berdasarkan rata – rata patokan berat badan untuk masing – masing kelompok umur dan jenis kelamin. Penyesuain berat badan ideal  dalam AKG dengan berat badan aktual dilakukan berdasarkan rumus :

Berat badan actual     
                                 X AKG
Berat badan standar


Keterangan  :
Berat badan aktual  : berat badan berdasarkan hasil penimbangan
   ( Kg )
Berat badan standar    : Berat badan actual yang tertera pada table 
    angka kebutuhan gizi
AKG                            : Angka kebutuhan gizi yang di anjurkan

Daftar AKG disusun untuk 17 golongan umur sesuai jenis kelamin. Perbedaan kebutuhan gizi terutama energi dan protein , cukup mencolok antar jenis kelamin terjadi pada usia 9 tahun. Pada usia 10 tahun AKG dibedakan antara pria dan wanita. Berdasarkan WKNPG angka kecukupan energi rata – rata perkapita pada tingkat konsumsi adalah 2 ,200 kkal, tingkat ketersediaan adalah 2500 kkal.
 Teori RBW ( teori berat badan relative ) :
                 BB ( Kg )
RWB =                             X 100 %
                 TB ( cm ) – 100

Keterangan
            BB = berat badan ( Kg )
TB = tinggi badan ( cm )
Di mana dengan ketentuan :
Kurus juka RBW < 90 %
Normal jika RBW = 90 – 100 %
Gemuk jika RBW > 110 %% atau < 120 %
Obesits ringan RBW 120 -130 %
Obesitas sedang RBW 130 -140 %
Obesitas berat badan RBW > 140 %
Kebutuhan kalori ( energi ) perhari :
Orang kurus BB X 40 - 60 Kalori
Orang normal BB X 30 Kalori
Orang Gemuk BB X 20 Kalori
Orang obesitas BB X ( 10-15 ) Kalori.
d.      Perancangan kebutuhan kecukupan gizi
       Perancangan pemenuhan kebutuhan gizi ( kecukupan kalori dan protein )  dapat dilakukan melalui tujuh langkah utama yaitu sebagai berikut :
-          Menetukan kebutuhan energi
-          Menentukan kebutahan protein
-          Memperhatikan zat gizi bahan pangan yang inggin digunakan yaitu memperhatikan bahan yang dimakan
-          Upaya pemenuhan menu 4 sehat  5 sempurna
-          Menggunakan ratio karbohidrat lemak protein dengan perbandingan  : Korbohidrat 50 . lemak 20, protein 30 .
-          Menggunakan prinsip halal dan thoyiban
-          Konfersikan kebutuhan kalori dan protein pada kelima bahan makan makan dan hitung kembali kesesuaiannya.
2.6.  Peningkatan  Gizi Di Indonesia
      Usaha peningkatan gizi di Indonesia  di dasarkan pada program – program  gizi yang  sedang dan telah dilaksanakan di Indonesia  selama ini antara lain  meliputi :
a.        Kegiatan  Usaha Perbaikan  Gizi Keluarga ( UPGK ) merupakan kegiatan  lintas sektoral yang didukung oleh beberapa  departee dan badan – badan pemerintah  yakni : Departemen Kesehatan , Departemen Pertanian, Departemen  Agama dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana  Nasional . Kegitana UPGK telah dilakukan dan di kelolah secara  seragam  oleh semua sektor  yang terlibat dengan sasaran , isi pesan dan materi yang sama.  Dalam pelaksanaan kegiatan UPGK  mempunyai beberapa kegiatan  yang pada hakikatnya merupakan  suatu paket yaitu 
-          Penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan KMS (  Karti Menuju Sehat )
-          Pendidikan Gizi dan kesehatan bagi ibu – ibu  anak balita
-          Demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi baik atau pemeberian makanan tambahan yang bergizi tinggi, ataupun untuk tanaman obat tradisional ( apotek hidup )
-          Pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan  terdiri atas vitamin A, tablet besi, garam oralit, dan garam beryodium
b.       Penanggulangan Kekurangan Vitamin A: Sasaran program penanggulangan vitamin A adalah anak – anak pra sekolah . untuk mencapai sasaran maka dilakukan pembagian kapsul vitamin A setiap enam bulan seklai melalui kegiatan UPGK , UPGK intensif, puskesmas dan saluran distibusi  khusus. Selain itu ditingkatkan konsumsi makanan kaya vitamin A melalui pendidikan gizi  yang intensif dan pemanfaatan pekarangan rumah dan desa.
c.          Penanggulangan  Anemia Gizi Besi : Target Pelita III untuk penanggulangan anemia gizi besi tidak dicantumkan secara eksplisit. Penanggulangan anemia  gizi besi terutama dilakukan pada wanita hamil, anak – anak  0 - 6 tahun  dan tergolong  pekerja berpenghasilan rendah  dengan distribusi pil besi. Pil besi merupakan  salah satu paket dalam kegiatan UPGK.
d.                               Penanggulangan Gondok Endemik, dilakukan dengan pelarutan yodium (  Lipiodol ) dan yodisasi garam konsumsi. Pelaksanaan yodisasi dilaksanakan oleh departemen Perindustrian terhadap garam Mutu I dan II. Jumlah yodium yang di tambahkan sebanyak 40 ppm dalam bentuk KIO3  dalam pelaksanaannya departemen perindustrian bertanggung jawab dalam produksi , pembinaan, dan pengawasan muu garam beryodium.
e.       Pengadaan tenaga gizi
       Dalam berbagai tingkat dan jenis merupakan salah satu kegiatan yag sangat diperlukan untuk mengelola perkembangan  program – program perbaikan pangan dan gizi yang dewasa ini sudah beraneka ragam  dan berkembang jumlahnya. Dalam rangka mencukupi kebutuhan tenaga atau petugas gizi di berbagai tingkat serta untuk meningkatkan mutu tenaga yang ada,  telah dilaksanakan berbagai jenis pendidikan atau latihan serta penataran bagi tenaga, petugas gizi .


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
       Jumlah Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) Minimal Daily Requirement Nilai Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) untuk zat – zat gizi tertentu telah di tentukan dengan dua pendekatan : Pendekatan terapedik dan Pendekatan preventif. Pada pendekatan terapedik, subjek percobaan dibuat sakit dahulu dan kemudia diberi zat gizi yang sedang diteliti untuk menetukan dosis terkecil yang dapat menyembuhkan gejala – gejala kekurangan zat  gizi. MDR adalah kebutuhan minimal sehari agar seseorang  tidak menjadi sakit , pada kondisi umum di anggap normal. Kecukupan sehari atau RDA ( Recommended Daily Allowance ). Bahwa energi dihasilkan oleh tiga sumber energi utama  : Karbohidrat, lemak, dan Protein, Kebutuhan zat – zat gizi diperlukan oleh berat badan , umur, dan jenis kelamin. Faktor – faktor khusus yang juga berpengaruh  ialah kondisi fisioiogik seperti kehamilan , menyusui dan tingkat kegiatan kerja, terutama untuk kebutuhan energi. Dalam ilmu alam dikenal dengan satuan gramkalori dan kilogram kalori ( 1 Kgkal = 103 gramkal ). Dalam ilmu gizi hanya dikenal satu jenis kalori. Yaitu sama dengan Kgkal dalam pengertian ilmu alam. Unutk satuan pengukur energi di pergunakan Joule ( J ). Hubungan antara satuan kalori dan  Joule ialah :  1 kal = 4,185 kj ( kilojoules ); 1K= 103 J. Bahan makanan pengganti dan penyediaan protein  terdiri atas pengaruh susunan hidangan spesific dynamic action., kebutuhan rata - rata terbobot seorang indonesia ,penggunaan angka kebutuhan beras rata - rata terbobot,kebutuhan tubuh akan protein, penyediaan protein bagi masyarakat, data (daftar RDA ) yang berlaku bagi masyarakat dan terjemahan kebutuhan rata-rata terbobot protein kedalam bahan makanan bahan makanan pengganti. Zat Gizi yakni :  Karbohidrat , Protein, Lemak, Air, Mineral Vitamin  A, Vitamin C, Vitamin D,  Vitamin K,  Kalsium,  Kolin, Magnesium, Potasium, Serat. Standar kecukupan gizi diperlukan sebagai pedoman yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam sehari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Penilaiaan standar kecukupan gizi yang digunakan sebagai pedoman adalah hasil Widya karya pangan dan gizi yang direfisi setiap lima tahun sekali. Konsep dan kegunaan angka kebutuhan gizi, Faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi, Penentuan kebutuhan kecukupa energi, Perancangan kebutuhan kecukupan gizi Usaha peningkatan gizi di Indonesia  di dasarkan pada program – program  gizi yang  sedang dan telah dilaksanakan di Indonesia  selama ini antara lain  meliputi :  Kegiatan  Usaha Perbaikan  Gizi Keluarga ( UPGK ), Penanggulangan Kekurangan Vitamin A, Penanggulangan  Anemia Gizi Besi, Penanggulangan Gondok Endemik dan Pengadaan tenaga gizi .
3.BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
       Telah diketahui bahwa tubuh kita memerlukan berbagai zat gizi dengan jumlah masing – masing yang mencukupi. Menjadi pertanyaan beberapa kuantum masing – masing zat gizi diperlukan agar tubuh tetap sehat. Untuk beberapa jenis zat gizi, para ahli telah meneliti kwantum yang diperlukan setiap zat setiap harinya. Tetapi tidak semua zat gizi dapat diketahui jumlah yang diperlukan karena terdapat faktor – faktor yang berpengaruh sehingga sulit untuk diteliti dan perhitungkan. Ada pula zat – zat gizi yang diperlukan dalam jumlah kecil, sehingga tidak pernah timbul kesulitan dalam  memenuhi kebutuhan, jumlah kebutuhan tubuh akan kwantum zat gizi selalu tersedia didalam rata – rata hidangan yang dikonsumsi masyarakat. Untuk beberapa zat gizi yang sering menimbulkan persoalan dalam memenuhi kebutuhan badan, telah diteliti dan diketahui kwantum yang diperlukan tubuh setiap hari, untuk setiap kelompok umur , jenis kelamin dan kondisi fungsional, seperti  keadaan hamil dan menyusui pada para wanita. Peranan media sangat krusial dalam mempengaruhi masyarakat. Salah satu yang mencolok adalah gaya hidup masyarakat dalam mencari zat – zat gizi yang baik untuk di konsumsi seperti suplemen .  suplemen  yang banyak di cari dan  digembar-gemborkan nyatanya belum jelas memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah berdampak pada kesehatan. Bahkan, justru membuat asupan nutrisi tubuh menjadi berlebihan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan . Selain kelebihan, kekurangan zat gizi esensial menyebabkan penyakit kurang gizi yang akan menghambat kerja organ tubuh lainnya yang dapat menyebabkan tubuh menimbun atau menyimpan semakin banyak penyakit. Lalu bagaiman cara kita agar dapat menentukan zat – zat gizi yang baik tubuh.




1.2. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana  cara menentukan kebutuhan minimal sehari dan anjuran kebutuhan sehari ?
2.      Bagaimana cara menentukan kebutuhan zat – zat gizi dan kebutuhan tubuh akan energi ?
3.      Bagaimana menetukan  kebutuhan energi dan bahan makanan pengganti ?
4.      Sebutkan 10 zat gizi yang baik di konsumsi oleh tubuh ?
5.      Bagaimana cara menetukan faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi  ?
6.      Bagaimana cara peningkatan gizi di Indonesia ?

1.3.Tujuan

1.      Memahamo cara menentukan kebutuhan minimal sehari dan anjuran kebutuhan sehari
2.      Mengetahui cara  menentukan kebutuhan zat – zat gizi dan kebutuhan tubuh akan energi
3.      Mengetahui cara  menetukan angka kebutuhan terbobot dan bahan makanan pengganti
4.      Mengetahui 10 zat gizi yang baik di konsumsi oleh tubuh
5.      Mengetahui cara menetukan faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi
6.      Mengetahui kegiatan peningkatan  gizi di Indonesia.





BAB II
PEMBAHASAN

1.1.          Kebutuhan Minimal Sehari dan  Anjuran Kebutuhan Sehari
       Jumlah Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) Minimal Daily Requirement Nilai Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) untuk zat – zat gizi tertentu telah di tentukan dengan dua pendekatan : Pendekatan terapedik dan Pendekatan preventif. Pada pendekatan terapedik, subjek percobaan dibuat sakit dahulu dan kemudia diberi zat gizi yang sedang diteliti untuk menetukan dosis terkecil yang dapat menyembuhkan gejala – gejala kekurangan zat  gizi. Pada pendekatan preventif subjek percobaan sehat diberi makanan yang mengandung zat gizi sedang diteliti dikurangi secara bertingkat dan dicari dosis terkecil yang sanggup menjaga subjek percobaan dari gejala – gejala defisiensi zat gizi.    Anjuran kebutuhan sehari  Recommended Daily Alloance RDA. MDR adalah kebutuhan minimal sehari agar seseorang  tidak menjadi sakit , pada kondisi umum di anggap normal. Ada keadaan khusus , dosis MDR tidak akan mencukupi.  Jumlah ( dosis ) MDR zat gizi telah tambahan kemudian dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari dan disebut Anjuran Kecukupan sehari atau RDA ( Recommended Daily Allowance ). Tambahan pada MRD menjadikan RDA di sebut batasan keamanan ( safety margin ) sehingga  dapat dirumuskan :

RDA = MDR+
RDA = Anjuran Kecukupan Sehari
MDR = Kebutuhan Minimal Sehari
         = Batas Keamanan

Nilai MDR tidak banyak berbeda bagi berbagai bangsa . tetapi RDA berbeda – beda bagi masing – masing Negara atau bangsa. Hal ini karena nilai batas keamanan yang bebeda – beda. Faktor – faktor yang mempengaruhi  besar dan batasan keamanan ialah :
-          Tingkat gizi masyarkat yang inggin dicapai
-          Tingkat ekonomi masyarakat ( Negara ) yang menentukan tingkat daya beli
-          Umur kelompok
-          Jenis kelamin
-          Kondisi fisik, seperti sedang hamil atau sedang menyusui.
       Nilai RDA berlaku bagi rata – rata masyarakat , bila diterapkan bagi perorangan, harus diadakan adaptasi kondisi orang, misalnya orang gemuk mungkin memerlukan lebih banyak zat gizi dan sebaliknya orang kurus lebih akan memerlukan lebih sedikit zat gizi dibandikan dengan RDA. Tingkat kegiatan kerja berpengaruh terhadap RDA bagi perorangan, demikian pula keadaan rekonvalensen memelukan tambahan terhadap RDA. Bahwa besar batas keamanan berbada bagi berbagai masyarakat atau suatu Negara sehingga RDA juga berbeda menutut masing – masing Negara. Nilai RDA untuk suatu Negara harus ditinjau secara periodik.
a.       Daftar RDA Indonesia
Zat  gizi yang dicantumkan didalam Daftar Anjuran  Keccukupan sehari   (RDA) bagi Indonesia hanya untuk zat –zat gizi tertentu, terutama bagi zat – zat gizi yang sering menimbulkan problem kesehatan. Energi ikut dicantumkan, meskipun tidak termasuk zat gizi. Bahwa energi dihasilkan oleh tiga sumber energi utama  : Karbohidrat, lemak, dan Protein, merupakan produk bersama dari tiga jenis zat gizi. Telah kita ketahui bahwa energi dinyatakan dalam satuan kalori, yang sebenarnya diketahui kilogram kalori.

b.      Penggunaan daftar RDA
       Angka – angka didalam daftar RDA merupakan nilai rata – rata unutk kelompok populasi, seorang sehari karena itu, nilai daftar dikelompokan golongan umur, kelompok jenis kelamin, dan berat badan. Penggunaan utama daftar RDA adalah untuk menilai data rata – rata hasil sesuatu survey dan merancang penyediaan pangan bagi suatu kelompok masyarakat.
a.       Revisi Daftar RDA secara Periodik
      Meskipun MDR sama bagi semua bangsa, tetapi setiap Negara mempunyai nilai RDA sendiri – sendiri yang saling berbeda karan nilai batas keamanan yang berbeda.  Daftar  RDA sebaiknya direfisi secara periodic, bila terjadi perubahan yang mendadak kepada kondisi masyarakat yang mempengaruhi nilai batas keamanan, seperti tingkat daya beli masyarakat.  Di Indonesia sejak kemerdakaan refisi daftar RDA mula – mula di lakukan setiap 10 tahun tetapi sejak REPELITA ( rencana pembangan lima tahun ) yang mencapai kemajuan ekonomi pesat refisi daftar RDA dilakukan setelah 5 tahun.
2.2. Kebutuhan  Tubuh Akan Energi
       Energi yang dibutuhkan oleh tubuh berasal dari zat gizi   yang merupakan sumber utama ialah karbohidrat,lemak dan protein. Energi yang diperlukan dinyatakan dalam satuan kalori. Dalam ilmu alam dikenal dengan satuan gramkalori dan kilogram kalori ( 1 Kgkal = 103 gramkal ). Dalam ilmu gizi hanya dikenal satu jenis kalori. Yaitu sama dengan Kgkal dalam pengertian ilmu alam. Unutk satuan pengukur energi di pergunakan Joule ( J ). Hubungan antara satuan kalori dan  Joule ialah :  1 kal = 4,185 kj ( kilojoules ); 1K= 103 J. Energi yang dibutuhkan tubuh terutama berasal dari zat gizi karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa jenis ikatan organik didalam bahan makan memberikan juga energi seperti alkhol dan asam – asam organik tetapi pada umumnya zat – zat organik ini tidak di konsumsi dalam jumlah yang berarti, sehingga iurannya kepada energi makanan dapat diabaikan. Energi kimiawi di dalam bahan makanan berasal dari energi photon di dalam sinar matahari, yang di tangkap oleh tumbuhan dalam proses photosyntetis, menjadi ikatan-ikatan organik di dalam bahan makanan. Energi yang dipergunakan tubuh dapat dibagi menjadi dua kelompok besar : Energi untuk kebutuhan physologis minimal tubuh dalam keadaan basal, disebut metabolisma basal (basal metabolism, BM). Dan energi untuk melakukan kerja luar.
a.       Metabolisma Basal.
Energi basa (BM) ialah energi yang diperlukan minimal untuk melaksanakan gaya hidup biologis, tanpa melakukan kerja luar. Energi basal dipergunakan untuk denyut jantung, gerak alat pernapasan , gerak alaat pencernaan , alat urogenital , sekresi kelenjar-kelanjar , biolistrik syaraf dan sejenisnya.. Ada dua cara melaksanakan kalorimetri untuk mengukur kwantum enersi yang dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk enersi thermis:
-          Kalorimetri langsung (direct calorimetry)
Bila suhu air sebelum percobaan Tp dan pada akhir percobaan terdapat TA, maka kenaikan suhu karena menyerap enersi thermis dari tubuh itu T=TA-Tp, terdapatlah persaamaan: enersi yang diserap alat-alat dan air sama banyak dengan enersi yang dikeluarkan tubuh.
E = (A + W). T
E =  Energi yang dikeluarkan tubuh (kalori)
A =  Berat air (Kg)
W =  Nilai air alat
T =  TA – Tp – Kenaikan suhu dalam percobaan (˚C).

b.      kebutuhan Enersi bagi Kerja Luar.
       Energi yang di perlukan tubuh untuk mengerjakan kerja luar merupakan tambahan terhadap enersi BM. Energi untuk kerja luarpun berasal dari sumber enersi utama dalam bahan makanan, yang dapat pula diukur dengan cara kalorimetri tak langsung, misalnya dengan kantung DOUGLAS (sistem terbuka) atau dengan spirometer KOFRANYIMICHAELIS (sistem tertutup ).
TABEL KEBUTUHAN ENERGI UNTUK MELAKUKAN
BERBAGAI TINGKAT KERJA (kal/menit)
Sangat ringan                                      kurang dari 2,5
Ringan                                                 2,5 -  4,9
Sedang                                                            5,0 - 7,4
Berat                                                   7,5 - 9,9
Sangat berat                                        10,0 -  12,4
Luar biasa berat                                   12,5 atau lebih

Untuk lebih praktis disusun Daftar RDA untuk kebutuhan kalori suatu masyarakat. Metabolisme susunan hidangan, umur, jenis kelamin, kondisi iklim, kondisi physiologik seperti hamil dan menyusui, serta kondisi kesehatan (infeksi, kelainan hormonal, dan lain - lain).

TABEL KEBUTUHAN ENERGI SEHARI DIKAITKAN
DENGAN TINGKAT BM

Tingkat berat                                       Energi yang diperlukakan
Pekerjaan                                             Kalori/24 jam
Sangat ringan                                      BM +30%
Ringan                                                 BM + 50%
Sedang                                                            BM + 75%
Berat                                                   BM + 100%
Sangar berat                                        BM + 125% atau lebih

2.3.Angka Kebutuhan Terbobot dan Bahan Makan Pengganti
a.       Pengaruh Susunan Hidangan Spesific Dynamic Action. ( SDA )
       Pada umumnya energi yang telah dikonsumsi dalam hidangan, dan berbeda menurut jenis komposisi yang dikonsumsi tersebut. Jadi setiap jenis zat gizi sumber energi itu menyebabkan stimulasi terhadap metabolisme yang menghasilkan energi. Stimulasi zat gizi untuk menambah produksi energi tubuh ini disebut Specific Dynamic Action (SDA). Nilai SDA untuk berbagai jenis sumber utama energi dan untuk hidangan campuran, terlihat pada Daftar nilai SDA untuk berbagai bahan makanan :

NILAI SDA UNTUK BERBAGAI BAHAN MAKANAN
Bahan makanan ( Zat Gizi )                SDA dalam %
Karbohidrat                                         6 -  75%
Lemak                                                 4 - 14%
Protein                                                 30 - 40%
Hidangan campuran                            10 - 17%
( rata - rata 10%)
      Dalam perhitungan kebutuhan energi hidangan bagi seseoang harus dimasukkan tambahan pemakaian energi bagi SDA ini, karena bila tidak diberi alokasi di dalam makanan, akan diambil dari jaringan tubuh sendiri. Jenis energi yang dibutuhkan di dalam hidangan harus memenuhi keperluan :
-          Metabolisma Basal (BM)
-          Kerja luar
-          SDA, dan
-          Untuk kondisi physiologik khusus seperti kehamilan, menyusui.
       Semua kebutuhan energi ini sudah tercakup dalam RDA energi yang disusun oleh Kementrian Kesehatan, seperti yang terlihat pada halaman 208. Baik diingatkan kembali bahwa RDA yang tertera di dalam daftar tersebut berlaku bagi rata - rata seorang Indonesia dalam 24 jam. Pentrapan nilai RDA ini bagi perorangan harus dikoreksi atau diadaptasikan pada kondisi (struktur) tubuh dan kondisi kerja orang tersebut (kerja berat, ringan, dan sebagainya). Penilaian dampak akhir dari tingkat konsumsi tehadap kesehatan orang tersebut ditentukan dengan melihat kondisi kesehatan klinis orang tersebut. average)
b.      Kebutuhan Rata - Rata Terbobot Seorang Indonesia
       Sehari dibulatkan 1.990 kal/sehari. Ditambah safety margin dan dibulatkan 2.100 kal/sehari Untuk dapat menghitungnya diperlukan:
-          Data Demografi
-          Daftar RDA menurut umur dan jenis kelamin
-          Jumlah krhamilan dan menyusui.
Dihitung berdasarkan  FAO -WHO, Handbook on Human Nutrition Requirements, Rome 1974. Terjemahan Kebutuhan Energi Rata - rata Terbobot ke dalam Bahan Makanan Pokok. Kebutuhan energi terutama dipengaruhi  oleh bahan makanan pokok. Untuk perhitungan ini perlu diketahui berapa persen dari energi total yang dibutuhkan manusia Indonesia sehari itu berasal dari beras sebagai sumber utama energi.
c.       Penggunaan Angka Kebutuhan Beras Rata - rata Terbobot.
       Kebutuhan beras rata - rata terbobot sangat memudahkan dalam menyediakan pangan untuk masyarakat, dalam hal ini berbentuk beras. Ke dalam angka kebutuhan rata - rata terbobot telah diperhitungkan pengaruh - pengaruh khusus perbedaan kelompok.. Kalau bahan makanan pokok tersebut bukan beras, maka perhitungan yang diguunakan adalah satuan energi, yaitu 2.100 kal. Kalau dianggap bahwa presentasi energi non-beras ini sama dengan energi yang diberikan beras (60%), dapat dilakukan perhitungan konveri beras ke dalam makanan non-beras, berdasarkan isi kalori non-beras dan isi kalori beras. Nilai konversi tersebut ialah:
                       
NKBeras/NKnon-B x Beras
d.      Kebutuhan Tubuh akan Protein.
       Kebutuhan tubuh akan protein pada orang dewasa ditentukan dengan cara: Nitrogen Balance, dan Factorial Method. Pada orang dewasa, dianggap sudah tidak ada lagi pertumbuhan badan, sehingga penggunaan protein untuk pertumbuhan dapat diabaikan.  Penetuan Kebutuhan Protein dengan Nitrogen Balance .  Maka protein yang merupakan RDA adalah setelah ditambah dengan batas keamanan (safety margin).

                                    NU = Neks-U + NEU    
                                                NF  = Neks-F + NEF

Bila Nkon = O, maka Neks-U dan Neks-F keduanya menjadi nol. Pada saat itu: NU = Neks-U dan NF= Neks- F. Jadi nitrogen endogen dalam uine dan dalam tinja terdapat bila subjek percobaan diberi hidangan bebas nitrogen; protein di dalam urine dan di dalam Menentukan Kebutuhan Protein dengan Factorial Method. Dalam metode ini kebutuhan minimal protein (N) ditentukan dengan menliti total N yang di ekskresikan oleh tubuh. Kebutuhan protein (N)  pada  orang dewasa adalah jumlah (N) yang diperlukan untuk menggantikan N yang diekskresikan oleh tubuh tersebut. Tubuh mengekskresikan nitrogen melalui beberapajalur :
-          Eksresi N dalam urine: NU
-          Eksresi N dalamtinja: NF
-          Eksresi N melaluipermukaankulit, dalambentukrambut yang rontokterbuangdanepithelsertaeksresikulit yang terbuang.
Kebutuhan nitrogen (protein) seorang dewasa sehari rata‑ rata adalah 1.0 mg/kg berat badan. 


e.       Penyediaan Protein Bagi Masyarakat
       Penyediaan  protein bagi sesuatu masyarakat harus pula dirancang setiap tahunnya. Untuk menghitung kebutuhan penyediaan protein nasional melalui data. Demografik; Meliputi jumlah total penduduk, distribusi kelompok umur dan jenis kelamin, jumlah bayi tahun tersebut, jumlah ibu yang sedang hamil dan jumlah ibu yang menyusukan.
f.       Data (Daftar RDA) Yang Berlaku bagi Masyarakat
      Metode menghitung kebutuhan rata-rata seorang Indonesia sehari bagi protein, mengahsilkan apa yang disebut kebutuhan rata-rata terbobot (weighted average). 
g.      Terjemahan Kebutuhan Rata-rata Terbobot Protein kedalam BahanMakanan.
       Kebutuhanakan protein ini harus di konversi ke dalam makanan sumber protein yang terdapat di Indonesia dalam hidangan masyarakat umum.
h.      BahanMakananPengganti
       Hagi makanan pokok, umumnya merupakan sumber energi yang berasal dari karbohidrat: beras, jagung, terigu, singkong, ubijalar, talas, sagu.  
2.4.  Zat - Zat Gizi
1.             Karbohidrat- Fungsi karbohidrat yaitu menghasilkan energi, merupakan cadangan tenaga bagi tubuh, dan mempertahankan suhu tubuh. Sumber karbohidrat antara lain nasi, gandum, sagu, jagung, dan ketela pohon.
2.             Protein- Fungsi Protein yaitu unuk membentuk sel-sel jaringan tubuh manusia, mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau aus, dan untuk pertumbuhan serta perkembangan.Sumber protein hewani antara lain daging, ikan, putih telur, dan susu. Sumber protein nabati antara lain kacang dan kedelai.     
3.            Lemak- Fungsi lemak adalah sebagai makanan cadangan, penghasil energi, pelindung tubuh dari pengaruherubahan suhu, dan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.
4.             Mineral- Fungsi mineral adalah sebagai pengatur proses metabolisme dalam tubuh. Jenis-jenis mineral yaitu kalsium, fosfor, flour, yodium, zat besi, dan tembaga.
5.             Air dalam tubuh berfungsi melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan, dan mengatur suhu tubuh.
a.              Vitamin A : Membantu menjaga kesehatan mata dan menguatkan daya tahan tubuh. Dan Membantu fungsi fisiologi lainnya, termasuk pertumbuhan jaringan tubuh.
-          Angka kebutuhan vitamin A : Wanita: 700 mikrogram per hari dan Pria: 900 mikrogram per hari
-          Makanan yang mengandung Vitamin A: sayuran berdaun hijau gelap, dan berwarna cerah, seperti ubi, labu, bayam, wortel.
Bonus nutrisi: banyak sayuran yang mengandung vitamin A, juga mengandung serat dan vitamin lainnya.
b.            Vitamin C : Penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat, antioksidan yang ampun dan membantu mengurangi risiko penyakit kanker, juga dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.
-          Angka kebutuhan vitamin C : Wanita: 75 miligram per hari dan Pria: 90 miligram per hari
-          Makanan yang kaya akan nutrisi vitamin C: jeruk, jambu biji, buah persik, kiwi, cabai merah, brokoli, belewar, kale, kecambah brussel.
Bonus nutrisi: makanan yang kaya akan vitamin C juga mengandung serat dan beberapa vitamin, termasuk A dan K.
c.              Vitamin D : Memainkan peranan penting dalam membentuk dan mengelola tulang yang kuat.
-       Angka kebutuhan vitamin D : Wanita: Sampai 70 tahun: 600 international unit dan di atas 70 tahun: 700 international unit,
Pria : Sampai 70 tahun: 600 international unit dan di atas 70 tahun: 700 international unit
-          Makanan yang mengandung Vitamin D: ikan salmon, tuna, susu yang diperkaya, jus buah yang diperkaya.
Bonus nutrisi: Selain mengandung vitamin D, ikan juga kaya akan asam lemak omega-3, yang melindungi jantung dan memperlambat penurunan daya ingat di usia senja.
d.             Vitamin E : Antioksidan yang ampuh, membantu mencegah kerusakan sel-sel tubuh yang menyebabkan kanker akibat radikal bebas. Dan kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf.
-          Angka kebutuhan vitamin E : Wanita: 15 miligram per hari dan Pria: 15 miligram per hari
-          Makanan yang kaya akan vitamin E: kacang almon, biji bunga matahari, hazelnut, sarden, alpukat, minyak bunga matahari.
Bonus nutrisi: kacang banyak mengandung lemak tak jenuh yang membantu mencegah penyakit jantung.

e.              Vitamin K : Penting untuk pembekuan darah, memiliki peranan penting dalam mineralisasi tulang dan pertubuhan sel-sel tubuh, kekurangan vitamin K dapat menyebabkan memar, mimisan, dan tulang yang rapuh.
-          Angka kebutuhan vitamin K : Wanita: 90 mikrogram per hari dan Pria: 120 mikrogram per hari
-          Makanan yang mengandung vitamin K: kale, bayam, sawi hijau, kecambah brussel, brocoli, bit hijau, collard hijau, mustard hijau.
Bonus nutrisi: sayuran berdaun hijau gelap juga mengandung vitamin A dan C, serta mengandug serat.
f.              Kalsium : Penting untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, juga melindungi jantung dan pembuluh darah arteri, menurunkan risiko kanker payudara dan juga dapat menjaga tubuh melawan jenis kanker lain.
-          Angka kebutuhan kalsium : 19-50 tahun: 1000 miligram per hari dan di atas 50 tahun: 1200 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung kalsium: susu, yogurt, tofu yang diperkaya kalsium, sereal yang diperkaya, keju rendah lemah, jus jeruk yang diperkaya.
Bonus nutrisi: susu, yogurt, dan keju rendah lemak juga mengandung banyak protein serta potasium.
g.             Kolin : Penting untuk membangun dan merawat sel-sel tubuh. Terutama penting untuk otot dan fungsi saraf.
-          Angka kebutuhan kolin : Wanita: 425 miligram per hari dan Pria: 550 miligram per hari
-          Makanan yang menganadung Kolin: telur dan kacang-kacangan.
Bonus nutrisi: telur dan kacang-kacangan juga kaya akan protein, folat, magnesium, dan potasium.
h.              Magnesium : Dibutuhkan untuk lebih dari 300 reaksi kimia dalam tubuh, membantu mengatur tekanan darah, dan mengelola kekuatan tulang, menjamin kesehatan sistem kekebalan tubuh.
-          Angka kebutuhan magnesium : Wanita : 19-30 tahun: 310 miligram per hari, di atas 31 tahun: 320 miligram per hari dan Pria : 19-30 tahun: 400 miligram per hari di atas 31 tahun: 420 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung magnesium: ikan halibut, kacang-kacangan, kacang tanah, bayam, oatmeal.
Bonus nutrisi: kacang-kacangan juga kaya akan serat dan protein nabati. Ikan juga merupakan sumber yang baik untuk lemak tak jenuh yang dapat membantu mencegah penyakit 
jantung.
i.              Potasium : Fakta membuktikan bahwa kekurangan potasium berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, kekurangan potasium juga dapat meningkatkan risiko penyakit batu ginjal dan osteoporosis.
-          Angka kebutuhan potassium : Wanita: 4700 miligram per hari dan Pria: 4700 miligram per hari
-          Makanan yang banyak mengandung potasium: kentang, tomat, bayam, wortel, pisang, kacang-kacangan, ikan, jus jeruk.
Bonus nutrisi: dengan banyak memakan sayuran dan buah, anda juga meningkatkan asupan nutrisi untuk vitamin A, C dan K.
j.               Serat : Membantu mencegah dan melawan penyakit jantung dan diabetes tipe 2dan membantu seseorang mengelola berat badan yang sehat. Juga membantu memperlancar buang air besar.
-          Angka kebutuhan serat : Wanita: 28 gram per hari dan Pria: 34 gram per hari
-          Serat banyak terdapat pada: sayur-sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan.
Bonus nutrisi: kacang-kacangan kaya akan lemak tak jenuh yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sayur dan buah juga mengandung berbagai vitamin.
2.5. Faktor Pengaruh  dan  Standa Kecukupan  Gizi
       Standar kecukupan gizi diperlukan sebagai pedoman yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam sehari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal . kebutuhan gizi setiap individu berbeda – beda tergantung beberapa faktor yang mempengaruhinya. Penilaiaan standar kecukupan gizi yang digunakan sebagai pedoman adalah hasil Widya karya pangan dan gizi yang direfisi setiap lima tahun sekali.
a.       Konsep dan kegunaan angka kebutuhan gizi
       Pedoman atau acuan jenis dan jumlah zat gizi yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam satu hari sangat diperlukan. Berkaitan dengan itu terdapat konsep kebutuhan gizi minimum sehari ( minimum daily requirement ) , yaitu jumlah zat gizi minimal yang di perlukan seseorang dalam sehari untuk hidup sehat.
b.      Faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi
       Kebutuhan pangan dan gizi berbeda antar individu, karena di pengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut :
-          Tahap perkembangan
-          Faktor fisiologi tubuh, misalnya kehamilan
-          Keadaan sakit dan dalam penyembuhan
-          Aktivitas fisik yang tinggi makin banyak memerlukan energi
-          Ukuran tubuh ( berat dan tinggi badan )
c.       Penentuan kebutuhan kecukupa energi
       Perhitungan kecukupan zat gizi yang dianjurkan berdasarkan rata – rata patokan berat badan untuk masing – masing kelompok umur dan jenis kelamin. Penyesuain berat badan ideal  dalam AKG dengan berat badan aktual dilakukan berdasarkan rumus :

Berat badan actual     
                                 X AKG
Berat badan standar


Keterangan  :
Berat badan aktual  : berat badan berdasarkan hasil penimbangan
   ( Kg )
Berat badan standar    : Berat badan actual yang tertera pada table 
    angka kebutuhan gizi
AKG                            : Angka kebutuhan gizi yang di anjurkan

Daftar AKG disusun untuk 17 golongan umur sesuai jenis kelamin. Perbedaan kebutuhan gizi terutama energi dan protein , cukup mencolok antar jenis kelamin terjadi pada usia 9 tahun. Pada usia 10 tahun AKG dibedakan antara pria dan wanita. Berdasarkan WKNPG angka kecukupan energi rata – rata perkapita pada tingkat konsumsi adalah 2 ,200 kkal, tingkat ketersediaan adalah 2500 kkal.
 Teori RBW ( teori berat badan relative ) :
                 BB ( Kg )
RWB =                             X 100 %
                 TB ( cm ) – 100

Keterangan
            BB = berat badan ( Kg )
TB = tinggi badan ( cm )
Di mana dengan ketentuan :
Kurus juka RBW < 90 %
Normal jika RBW = 90 – 100 %
Gemuk jika RBW > 110 %% atau < 120 %
Obesits ringan RBW 120 -130 %
Obesitas sedang RBW 130 -140 %
Obesitas berat badan RBW > 140 %
Kebutuhan kalori ( energi ) perhari :
Orang kurus BB X 40 - 60 Kalori
Orang normal BB X 30 Kalori
Orang Gemuk BB X 20 Kalori
Orang obesitas BB X ( 10-15 ) Kalori.
d.      Perancangan kebutuhan kecukupan gizi
       Perancangan pemenuhan kebutuhan gizi ( kecukupan kalori dan protein )  dapat dilakukan melalui tujuh langkah utama yaitu sebagai berikut :
-          Menetukan kebutuhan energi
-          Menentukan kebutahan protein
-          Memperhatikan zat gizi bahan pangan yang inggin digunakan yaitu memperhatikan bahan yang dimakan
-          Upaya pemenuhan menu 4 sehat  5 sempurna
-          Menggunakan ratio karbohidrat lemak protein dengan perbandingan  : Korbohidrat 50 . lemak 20, protein 30 .
-          Menggunakan prinsip halal dan thoyiban
-          Konfersikan kebutuhan kalori dan protein pada kelima bahan makan makan dan hitung kembali kesesuaiannya.
2.6.  Peningkatan  Gizi Di Indonesia
      Usaha peningkatan gizi di Indonesia  di dasarkan pada program – program  gizi yang  sedang dan telah dilaksanakan di Indonesia  selama ini antara lain  meliputi :
a.        Kegiatan  Usaha Perbaikan  Gizi Keluarga ( UPGK ) merupakan kegiatan  lintas sektoral yang didukung oleh beberapa  departee dan badan – badan pemerintah  yakni : Departemen Kesehatan , Departemen Pertanian, Departemen  Agama dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana  Nasional . Kegitana UPGK telah dilakukan dan di kelolah secara  seragam  oleh semua sektor  yang terlibat dengan sasaran , isi pesan dan materi yang sama.  Dalam pelaksanaan kegiatan UPGK  mempunyai beberapa kegiatan  yang pada hakikatnya merupakan  suatu paket yaitu 
-          Penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan KMS (  Karti Menuju Sehat )
-          Pendidikan Gizi dan kesehatan bagi ibu – ibu  anak balita
-          Demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi baik atau pemeberian makanan tambahan yang bergizi tinggi, ataupun untuk tanaman obat tradisional ( apotek hidup )
-          Pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan  terdiri atas vitamin A, tablet besi, garam oralit, dan garam beryodium
b.       Penanggulangan Kekurangan Vitamin A: Sasaran program penanggulangan vitamin A adalah anak – anak pra sekolah . untuk mencapai sasaran maka dilakukan pembagian kapsul vitamin A setiap enam bulan seklai melalui kegiatan UPGK , UPGK intensif, puskesmas dan saluran distibusi  khusus. Selain itu ditingkatkan konsumsi makanan kaya vitamin A melalui pendidikan gizi  yang intensif dan pemanfaatan pekarangan rumah dan desa.
c.          Penanggulangan  Anemia Gizi Besi : Target Pelita III untuk penanggulangan anemia gizi besi tidak dicantumkan secara eksplisit. Penanggulangan anemia  gizi besi terutama dilakukan pada wanita hamil, anak – anak  0 - 6 tahun  dan tergolong  pekerja berpenghasilan rendah  dengan distribusi pil besi. Pil besi merupakan  salah satu paket dalam kegiatan UPGK.
d.                               Penanggulangan Gondok Endemik, dilakukan dengan pelarutan yodium (  Lipiodol ) dan yodisasi garam konsumsi. Pelaksanaan yodisasi dilaksanakan oleh departemen Perindustrian terhadap garam Mutu I dan II. Jumlah yodium yang di tambahkan sebanyak 40 ppm dalam bentuk KIO3  dalam pelaksanaannya departemen perindustrian bertanggung jawab dalam produksi , pembinaan, dan pengawasan muu garam beryodium.
e.       Pengadaan tenaga gizi
       Dalam berbagai tingkat dan jenis merupakan salah satu kegiatan yag sangat diperlukan untuk mengelola perkembangan  program – program perbaikan pangan dan gizi yang dewasa ini sudah beraneka ragam  dan berkembang jumlahnya. Dalam rangka mencukupi kebutuhan tenaga atau petugas gizi di berbagai tingkat serta untuk meningkatkan mutu tenaga yang ada,  telah dilaksanakan berbagai jenis pendidikan atau latihan serta penataran bagi tenaga, petugas gizi .


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
       Jumlah Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) Minimal Daily Requirement Nilai Kebutuhan Minimal Sehari ( MDR ) untuk zat – zat gizi tertentu telah di tentukan dengan dua pendekatan : Pendekatan terapedik dan Pendekatan preventif. Pada pendekatan terapedik, subjek percobaan dibuat sakit dahulu dan kemudia diberi zat gizi yang sedang diteliti untuk menetukan dosis terkecil yang dapat menyembuhkan gejala – gejala kekurangan zat  gizi. MDR adalah kebutuhan minimal sehari agar seseorang  tidak menjadi sakit , pada kondisi umum di anggap normal. Kecukupan sehari atau RDA ( Recommended Daily Allowance ). Bahwa energi dihasilkan oleh tiga sumber energi utama  : Karbohidrat, lemak, dan Protein, Kebutuhan zat – zat gizi diperlukan oleh berat badan , umur, dan jenis kelamin. Faktor – faktor khusus yang juga berpengaruh  ialah kondisi fisioiogik seperti kehamilan , menyusui dan tingkat kegiatan kerja, terutama untuk kebutuhan energi. Dalam ilmu alam dikenal dengan satuan gramkalori dan kilogram kalori ( 1 Kgkal = 103 gramkal ). Dalam ilmu gizi hanya dikenal satu jenis kalori. Yaitu sama dengan Kgkal dalam pengertian ilmu alam. Unutk satuan pengukur energi di pergunakan Joule ( J ). Hubungan antara satuan kalori dan  Joule ialah :  1 kal = 4,185 kj ( kilojoules ); 1K= 103 J. Bahan makanan pengganti dan penyediaan protein  terdiri atas pengaruh susunan hidangan spesific dynamic action., kebutuhan rata - rata terbobot seorang indonesia ,penggunaan angka kebutuhan beras rata - rata terbobot,kebutuhan tubuh akan protein, penyediaan protein bagi masyarakat, data (daftar RDA ) yang berlaku bagi masyarakat dan terjemahan kebutuhan rata-rata terbobot protein kedalam bahan makanan bahan makanan pengganti. Zat Gizi yakni :  Karbohidrat , Protein, Lemak, Air, Mineral Vitamin  A, Vitamin C, Vitamin D,  Vitamin K,  Kalsium,  Kolin, Magnesium, Potasium, Serat. Standar kecukupan gizi diperlukan sebagai pedoman yang dibutuhkan oleh individu secara rata – rata dalam sehari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Penilaiaan standar kecukupan gizi yang digunakan sebagai pedoman adalah hasil Widya karya pangan dan gizi yang direfisi setiap lima tahun sekali. Konsep dan kegunaan angka kebutuhan gizi, Faktor pengaruh dan angka kebutuhan gizi, Penentuan kebutuhan kecukupa energi, Perancangan kebutuhan kecukupan gizi Usaha peningkatan gizi di Indonesia  di dasarkan pada program – program  gizi yang  sedang dan telah dilaksanakan di Indonesia  selama ini antara lain  meliputi :  Kegiatan  Usaha Perbaikan  Gizi Keluarga ( UPGK ), Penanggulangan Kekurangan Vitamin A, Penanggulangan  Anemia Gizi Besi, Penanggulangan Gondok Endemik dan Pengadaan tenaga gizi .
3.2. Saran
       Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memenuhi asupan gizi yang cukup dan memeperhatikan keseimbang gizi untuk  disesuaikan dengan kebutuhan tubuh  sehingga masyarakat dapat hidup sehat  dan diharapkan makalah ini bisa menjadi  bahan infomasi mengenai kebutuhan dan rekomendasi zat – zat gizi yang baik bagi masyarakat .








DAFTAR PUSTAKA

Sediaoetama Djaeni Achmad  : Ilmu Gizi ; 2010 , Dian Rakyat
Yuniastuti Ari ; Gizi dan Kesehatan  ; 2008 , Graha Ilmu
Suhardjo ; Pendidikan Gizi ; 1996, Bumi Aksara : Jakarta
 2. Saran
       Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memenuhi asupan gizi yang cukup dan memeperhatikan keseimbang gizi untuk  disesuaikan dengan kebutuhan tubuh  sehingga masyarakat dapat hidup sehat  dan diharapkan makalah ini bisa menjadi  bahan infomasi mengenai kebutuhan dan rekomendasi zat – zat gizi yang baik bagi masyarakat .








DAFTAR PUSTAKA

Sediaoetama Djaeni Achmad  : Ilmu Gizi ; 2010 , Dian Rakyat
Yuniastuti Ari ; Gizi dan Kesehatan  ; 2008 , Graha Ilmu
Suhardjo ; Pendidikan Gizi ; 1996, Bumi Aksara : Jakarta


KONSELING GIZI TRANSTHEORITICAL MODEL DALAM MENGUBAH PERILAKU MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA OVERWEIGHT DAN OBESITAS :SUATU KAJIAN LITERATUR

1 Konseling Gizi transtheoritical model dalam mengubah perilaku makan dan aktivitas fisik pada remaja overweight dan obesitas Iis Rosita Alamat Korespondensi: Iis Rosita (iisrosita_70@yahoo.com) , alamat sekarang: Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Jl. Eijkman No.38 Bandung 40132) 
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2013/03/pustaka_unpad_konseling_gizi_transtheoritical_model.pdf

KONSELING GIZI TRANSTHEORITICAL MODEL DALAM MENGUBAH PERILAKU MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA OVERWEIGHT DAN OBESITAS :SUATU KAJIAN LITERATUR

Iis Rosita1,2 , Dewi Marhaeni. DH 1,3 , Kuswandewi Mutyara 1,3 1Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung. 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandun. 3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung 

Abstrak 

Prevalensi obesitas pada anak dan remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di dunia, di Asia maupun di Indonesia. Prevalensi obesitas di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, penduduk usia 15 tahun atau lebih adalah 10,3%, sedangkan Jawa Barat prevalensi berat badan berlebih pada anak usia 6-14 tahun laki-laki 7,4% dan perempuan 4,6 %. Tingginya angka obesitas pada usia remaja akan meningkatkan risiko penyakit degeneratif pada usia dewasa. Faktor penyebab terjadinya obesitas pada remaja sebagian besar disebabkan perilaku makan yang salah (tinggi energi, tinggi lemak, rendah serat makanan) dan perilaku hidup (aktivitas fisik yang rendah). Konseling gizi merupakan salah satu upaya untuk mengintervensi penderita overweight dan obesitas. Pelayanan konseling gizi yang dilaksanakan baik di Rumah Sakit maupun di tempat- tempat pelayanan kesehatan lainnya belum memperhatikan kesiapan klien dalam menerima informasi untuk mengubah perilaku lama ke perilaku baru. Hal ini menyebabkan kurangnya motivasi klien untuk mengubah perilakunya. Transtheoritical model (TTM) adalah salah satu teori yang sering digunakan dalam intervensi untuk mengubah perilaku dalam bidang kesehatan dan diet. Konseling gizi yang dilakukan dengan pendekatan TTM yang terdiri dari 6 tahapan (precontemplation, contemplation, preparation, action, maintenance, relaps), diharapkan dapat lebih efektif dalam mengintervensi penderita overweight dan obesitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling gizi dengan pendekatan transtheoritical model terhadap perilaku makan dan aktivitas fisik pada remaja overweight dan obesitas. Penulisan artikel ini merupakan sebuah kajian literature. Hasil kajian ini menunjukan bahwa konseling gizi yang intensif berpengaruh terhadap perilaku makan dan aktivitas fisik pada remaja overweight dan obesitas. Kajian ini juga menunjukan afektifitas transtheoritical model dalam mengubah perilaku makan/diet dan aktivitas fisik pada obesitas. Berdasarkan kajian tersebut diharapkan para konselor gizi dalam memberikan konseling hendaknya memperhatikan kesiapan klien dalam mengubah perilaku makan maupun perilaku hidupnya (aktivitas fisik), sesuai dengan tahap-tahapan yang ada dalam transtheoritical model. 
Kata Kunci : Konseling gizi, transtheoritical model, perilaku makan, aktivitas fisik, remaja, overweght, obesitas 

2 NUTRITION COUNSELING TRANSTHEORETICAL MODEL IN CHANGING OF EATING AND PHYSICAL ACTIVITY BEHAVIOR IN OVERWEIGHT AND OBESITY ADOLESCENT: A LITERATURE REVIEW
 Iis Rosita1,2, Dewi Marhaeni. DH1,3, Kuswandewi Mutyara1,3 1 The Graduate Master Program of Public Health Sciences Faculty of Medicine, University of Padjadjaran Bandung.2 Government General Hospital Dr. Hasan Sadikin Bandung. Department of Community Health Sciences, Faculty of Medicine. Padjadjaran University Bandung 
Abstract
The prevalence of obesity in children and adolescents has been increasing year by year in the world, in Asia and in Indonesia. The prevalence of obesity in Indonesia, according to data from Health Research Association in 2007, the population aged 15 years or older was 10.3%, while the West Java overweight prevalence among children aged 6-14 years and men 7.4%, women 4.6%. The high rates of obesity in adolescence increases the risk of degenerative diseases in adulthood. The causes of obesity in teenagers is largely due to the wrong eating behavior (high-energy, high-fat, low-fiber diet) and life behavior (low physical activity). Nutritional counseling is an effort to intervene in overweight and obese patients. Nutrition counseling services are conducted in a hospital or other health care sites have not shown readiness clients in receiving the information to change old behaviors to new behaviors. Transtheoritical Model (TTM) is one of the theories that are often used in interventions to change behavior in health and diet. Nutritional counseling approach with transtheoritical model (TTM) consists of 6 stages (precontemplation, contemplation, preparation, action, maintenance, relapse), is expected to be more effective in intervene overweight and obese patients. This article aims to determine the effect of nutritional counseling with a transtheoritical model approach to eating behavior and physical activity in overweight and obese adolescents. This article is a review of the literature. The results of this study showed that intensive nutritional counseling effect on eating behavior and physical activity in overweight and obese adolescents. This study also demonstrated effectiveness of transtheoritical model in changing eating/diet behavior and physical activity on obesity. Based on the study is expected to provide nutritional counselors should keep in readiness counseling clients in eating behavior and behavioral change his life (physical activity), it has been doing according to the stages in the transtheoritical model. 
Keywords: nutrition counseling, transtheoritical model, eating behavior, physical activity, adolescents, overweight, obesity 

Pendahuluan 

Obesitas kini dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai epidemi global, serta menjadi suatu masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Penelitian yang dilakukan di Malaysia akhir-akhir ini menunjukkan bahwa prevalensi obesitas mencapai 6,6% untuk kelompok umur 7 tahun dan 13,8% pada kelompok umur 10 tahun. Penelitian di Cina, kurang lebih dari 10% anak sekolah mengalami obesitas, sedangkan di Jepang prevalensi obesitas pada anak umur 6-14 tahun berkisar antara 5 sampai 11%. Prevalensi obesitas di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, didapatkan bahwa prevalensi berat badan berlebih anak berusia 6–14 tahun pria 9,5% dan perempuan 6,4%. Prevalensi nasional obesitas pada penduduk usia 15 tahun atau lebih adalah 10,3%. Di Jawa Barat prevalensi berat badan berlebih pada anak usia 6-14 tahun pria 7,4% dan perempuan 4,6 %.6 Survei obesitas yang dilakukan pada anak remaja siswa/siswi SLTP di Yogyakarta menunjukkan bahwa 7,9% remaja di perkotaan dan 2% remaja di daerah pedesaan mengalami obesitas. Obesitas didefinisikan sebagai peningkatan jumlah energi yang ditimbun sebagai lemak akibat adaptasi yang salah. Obesitas dapat terjadi karena berbagai faktor, yaitu interaksi antara genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktivitas, gaya hidup, sosioekonomi, dan asupan zat gizi. Terjadinya obesitas secara umum berkaitan dengan keseimbangan energi dalam tubuh. Keseimbangan energi ditentukan oleh asupan energi yang berasal dari zat gizi penghasil energi yang meliputi karbohidrat, lemak, protein; serta kebutuhan energi yang ditentukan oleh kebutuhan energi basal, aktivitas fisik, dan thermic effect of food, suatu energi yang diperlukan untuk mengolah zat gizi menjadi energi. Obesitas yang timbul pada masa anak dan remaja bila berlanjut pada usia dewasa, akan sulit diatasi secara konvensional (diet dan olah raga). Obesitas pada remaja tidak hanya akan menimbulkan masalah kesehatan dikemudian hari, akan tetapi juga membawa masalah terhadap kehidupan sosial dan emosi yang cukup berarti bagi remaja. Penelitian Thon chang Chang at.al di Sarawak Malaysia menunjukan bahwa penderita kelebihan berat badan/obesitas merasa malu dan frustasi karena penampilan yang jelek serta adanya stigmatisasi dan deskriminasi dari lingkungan sekitar. 4 Konseling gizi adalah suatu bentuk pendekatan yang digunakan dalam asuhan gizi untuk menolong individu dan keluarga memperoleh pengertian yang lebih baik tentang dirinya dan permasalahan yang dihadapi. Informasi yang diperoleh dari konseling gizi diharapkan dapat membantu individu dan keluarga untuk mengambil langkah-langkah dalam mengatasi masalah gizinya termasuk perubahan pola makan serta memecahkan masalah terkait gizi ke arah kebiasaan hidup sehat. 
       Konseling gizi pada saat ini masih dilaksanakan secara konvensional yaitu dengan melakukan anamnesis makanan, pengkajian masalah gizi, menentukan masalah gizi dan intervensi gizi dengan menentukan jumlah dan jenis makanan yang harus dikonsumsi, kemudian dikomunikasikan kepada klien tanpa memperhatikan kesiapan klien dalam menerima informasi dan intervensi. Pelayanan konseling gizi di pusat-pusat pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit dan Puskesmas belum begitu memperhatikan kesiapan klien/pasien dalam menerima informasi/rekomedasi diet yang harus dilaksanakan. Dampak yang muncul dengan metode konseling tersebut adalah kurangnya motivasi klien untuk datang kembali berkonsultasi untuk mengatasi masalah gizinya. Transtheoritical model (TTM) adalah teori yang menilai kesiapan individu untuk bertindak/berperilaku sehat, dan membuat strategi-strategi atau proses-proses perubahan untuk membantu individu melalui tahapan perubahan ke tahap aksi dan pemeliharaan. 
       Tahapan dalam TTM meliputi precontemplation (tidak siap), contemplation (persiapan), preparation, action, maintenance dan relaps (kekambuhan). TTM sudah terbukti efektif dalam perilaku diet dan manajemen berat badan. Menurut teori ini, individu yang paling mungkin untuk mengalami kesuksesan dalam mengubah perilaku bila dilakukan dalam strategi yang sesuai dengan tahap kesiapan untuk berubah. Penelitian Frenn & Malin dalam Leaslie Spencer tahun 2007 membuktikan bahwa persentase lemak dalam makanan berkurang secara bermakna pada seluruh tahapan , sementara akses terhadap keinginan untuk diet rendah lemak meningkat pada setiap tahapan. Akses terhadap olah raga juga meningkat secara bermakna pada seluruh tahapan. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui apakah konseling gizi yang dilakukan dengan pendekatan transtheoritical model akan mengubah perilaku makan dan aktivitas fisik pada remaja yang overweight dan obesitas ? 
Hasil dan Pembahasan 

Prevalensi obesitas anak mengalami peningkatan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Tingginya prevalensi obesitas anak disebabkan oleh pertumbuhan urbanisasi dan perubahan gaya hidup seseorang. Obesitas pada masa anak dapat meningkatkan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2. Selain itu, juga berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain. Penelitian Stettler N, at all dalam Ratu ayu 2011menyatakan bahwa beberapa faktor penyebab obesitas pada anak antara lain asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan, minuman soft drink, makanan jajanan seperti makanan cepat saji (burger, pizza, hot dog) dan makanan siap saji lainnya yang tersedia di gerai makanan. Faktor penyebab obesitas lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik baik kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur. Faktor risiko utama yang menyebabkan obesitas adalah faktor perilaku yaitu pola makan yang tidak sehat ditambah dengan konsumsi serat (buah dan sayur) tidak mecukupi, aktivitas fisik yang kurang , dan merokok. Penelitian Ratu ayu 2011 menunjukan responden yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko obesitas sebesar 1,35 kali dibandingkan dengan responden yang rutin berolahraga. Konseling gizi yang intensif dan terstruktur dapat membantu klien dalam mengubah perilaku, dari perilaku yang salah ke perilaku yang benar. Konseling gizi yang dilakukan terhadap remaja overweight dan obesitas diharapkan dapat merubah pola dan kebiasaan makan yang tinggi energi, tinggi lemak jenuh dan rendah konsumsi serat, serta meningkatkan aktifitas fisik. Penelitian yang dilakukan oleh Podojoyo dkk di Palembang, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,001) untuk asupan makanan dengan berat badan pada remaja overweight dan obesitas setelah dilakukan konseling gizi. Hasil kajian yang dilakukan oleh American Dietetic Association (ADA) antara Juli 2007 dan Maret 2008 menunjukkan bahwa, penerapan teori perilaku dan teori perilaku berbasis kognitif (CBT) sangat efektif untuk memfasilitasi klien dalam modifikasi diet, target penurunan berat badan, serta klien diabetes melitus komplikasi kardiovaskuler. Berbagai upaya dan intervensi telah dilakukan untuk mengatasi dan menurunkan prevalensi dan faktor 6 resiko obesitas pada remaja, diantaranya penelitian Bibeau 2008 yang meneliti anak-anak di Amerika dan Afrika. Menurut Bibeau, Intervensi dengan manajemen kasus melalui pendekatan transtheoritical model efektif untuk mengatasi obesitas. Penelitian Tuah di London telah membuktikan keefektifan pendekatan transtheoritikal model untuk mengintervensi pasien obesitas dengan mengkombinasikan pengaturan diet dan aktivitas fisik. 

Simpulan dan Saran 

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab overweight dan obesitas pada remaja, diantaranya karena tingginya asupan makanan fast food yang mengandung kalori tinggi dan lemak tinggi, serta rendahnya asupan serat makanan dan aktivitas fisik. Konseling gizi merupakan salah satu upaya untuk mengintervensi remaja yang overweight dan obesitas melalui pengaturan makanan/diet sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien serta peningkatan aktivitas fisik. Transtheoritical model terbukti efektif dalam mengubah perilaku makan/diet dan aktivitas fisik pada penderita obesitas. Pemberian konseling gizi dengan pendekatan transtheoritical model yang memperhatikan kesiapan klien untuk menerima informasi dan mengubah perilaku makannya akan lebih efektif. Diharapkan kepada para konselor gizi, dalam memberikan konseling, teknik dan informasi yang diberikan disesuaikan dengan kesiapan klien dan kriteria klien berdasarkan tahapan pada transtheoritical model. 

Ucapan Terima Kasih 
Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan artikel ini yaitu Dr. Dewi Marhaeni. DH., drg., MSi. Dan Kuswandewi Mutyara.dr. MSc.selaku dosen pembimbing. 7 

DAFTAR PUSTAKA 

Apriliyanti. Hubungan Pengetahuan Gizi, Pola Konsumsi Makanan Sumber Serat dan Konsumsi Serat pada Remaja [tesis] Universitas Diponegoro semarang; 2007 

Bibeau, Moore, Caudill,Topp. Case Study of a Transtheoretical Case Management Approach to Addressing Childhood Obesity. Journal of Pediatric Nursing. No 2.Vol 23 (April). 2008; hlm. 92 -99 
Cornelia, EditS, Hera N, Irfanni A, Rita R, Sri Iwaningsih, dkk . Penuntun Konseling Gizi.PERSAGI. Cetakan ke-2. Jakarta: PT Abadi; 2011 

Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Depkes RI; 2007. 

Fatimah S N,Terapi Diet dan Aktivitas Fisik pada Penanggulangan Obesitas. Dalam: Soegih R, Wiramihardja KK, penyunting. Obesitas: permasalahan dan terapi praktis. Jakarta: CV Sagung Seto; 2009. hlm. 9–18 

Goodman Elizabeth. Socioeconomic Factors Releted to Obesity in Children and Adolescent. In Elissa J & Ric G. (Ed). Handbook of Childhood and Adolescent Obesity. 2008 

Leslie Spencer, W. Christopher, Moyle Sheila and Adams Troy. The transtheoretical model as applied to dietary behaviour and outcomes. Nutrition Research Reviews.2007; (20) hlm. 46–73 

Mahdiah, Hamam Hadi, Susetyowati. Prevalensi Obesitas dan Hubungan konsumsi Fast Food dengan Kejadian Obesitas pada Remaja SLTP Kota dan Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Gizi klinik Indonesia.Yogyakarta; 2004;1(2): hlm. 77-84 

Padmiari IAE , Hamam Hadi. Konsumsi Fast food Sebagai Faktor Risiko Obesitas pada Anak Sekolah Dasar. Medika ; 2003. 29(3): hlm. 159-165. 

Podojoyo, susyani, Nuryanto, Konseling Gizi Terhadap Penurunan Berat Badan Remaja Overweight dan Obesitas di Kota Palembang. Jurnal Pembangunan Manusia. Palembang; 2008. 

Snetselaar Linda G, Nutrition Counseling Skills for the Nutrition Care Proces. Fourth Edition. Lowa City: Jones and Batlett ;2009. 

Spahn JM, Reeves RS, Keim KS, Laquatra I, Kellogg M, Jortberg B.State of the evidence regarding behavior change theories and strategies in nutrition counseling to facilitate health and food behavior change. 
Nutrition Evidence Library. Center for Nutrition Policy and Promotion. Journal of the American Dietetic Association .2010 : 751-758 

Tanigoshi H, Anthony P. Kontos, Theodore P. RemleyJr. The Effectivitineness of I dividual Wellness Counseling on the Wellness of Law Enforcment Officers. Juurnal of Counceling & Development. 2008. (86) 64-74 

Tuah N.A.Transtheoretical model for dietary and physical exercise modification in weight loss management for overweight and obese adults.  The Cochrane Collaboration. JohnWiley & Sons Ltd; 2011 

Van Der Veen, Juul, Bakc C,Van Den Hugen H, Verheijden M, Van Den Bosch W, et all. Stage-matched nutrition guidance for patientsat elevated risk for cardiovascular disease:A randomized intervention study in family practice The Jounal of family Practice, September 2002; hlm. 751-758 Wiramihardja KK. 

Memodifikasi Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik untuk Menurunkan Berat Badan.Dalam: Soegih R, 

Wiramihardja KK, penyunting. Obesitas: permasalahan dan terapi praktis. Jakarta: CV Sagung Seto; 2009. hlm. 71–84.

Minggu, 20 November 2016

Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan Jantung

Apa yang terpikirkan jika mendengar kata buah naga? Mungkin yang terlintas di pikiran adalah seekor naga yang biasa muncul di cerita dongeng, yang bercerita tentang seorang kesatria pemberani yang berhasil menyelamatkan seorang putri canti, yang di kurung di sebuah menara tinggi. Menara itu di jaga seekor naga yang bisa menghembuskan nafas api.
Tentu saja bukan naga yang seperti itu. Tapi buah yang tumbuh dari sebuah tanaman. Di sebut buah naga karena kulitnya memiliki sisik seperti seekor naga. Nama asli buah ini sendiri sebenarnya adalah buah pitaya. Buah naga ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, di wilayah amerika selatan dan asi. Pohon Buah naga sendiri berduri seperti pohon kaktus. Buahnya berwarna merah dengan daging buah berwana putih atau merah kehitaman, dan memiliki biji berwarna hitam.
Buah naga sendiri memiliki nama ilmiah:
Ceraus, Acanthocereus, Echinocereus, Selenicereus, Stenocereus, Escontria, Myrthillocactus.
Buah naga juga di kenal juga sebagai :
Pitaya,Dragon fruit, Red Pitahaya, night blooming Cereus,Strawberry Pear, Belle of the Night , conderella plant .
nama umum lain :
Prancis : Cierge- lezard, poire de chardon ,
Jerman : Distelbirn Echte Stachelbirn, Drachenfrucht.
Hawai  : Pa-nani-o-ka .
Portoguese : Cato-Barse, Cardo-ananaz.
Spanyol : Pithaya Roja ( Kolombia , Meksiko, Venezuela ): flor de caliz, pitajava (Puerto Rico) ;junco, junco tapatio, pitahaya orejona, reina de la noche, tasajo ( mexico)
Swedia: skogskaktus,rod  pitahaya .
Nilai gizi dari 100 gram buah naga adalah :
  • Air 80-90 gram
  • asam askorbat ( vitamin C ) 4-25 mg
  • Ash 0,4-0,7 gram
  • kalsium 6-10 mg
  • kalori : 35-50
  • Karbohidrat 9-14 gram
  • Karoten ( vitamin A) traces
  • lemak 0,1-0,6 gram
  • serat 0,3-0,9 g
  • Iron 0,3-0,7 mg Niacin (Vitamin B3) 0,2-0,45 mg
  • Fosfor 16-36 mg
  • Protein 0,15-0,5 g
  • Thiamine (vitamin B1) traces
  • Riboflavin ( vitamin B2) traces
Manfaat buah naga untuk kesehatan:
  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah naga kaya akan vitamin C dan serat yang bermanfaat bagi tubuh
  2. Membantu proses pencernaan, karena buah naga kaya akan serat.
  3. Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
  4. Mencegah terbentuknya sel kanker akibat radikal bebas. Mineral dan serat yang terkandung dalam buah naga membantu membersikan racun dalam usus besar. Dan mecegah terjadinya kanker usus.
  5. Sebagai anti- oksidan, karena terkandung vitamin c,mineral,dan pytoalbumin yang tinggi,maka buah naga mampu mencegah radikal bebas dan ber sifat anti-oksidan.
  6. Membantu mengatur kadar kolesterol.
Selain itu juga buah naga bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka,meningkatkan nafsu makan,meningkatakan penglihatan, menurunkan berat badan, meningkatkan daya ingat.
Manfaat yang paling besar dari buah naga adalah dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. karena dapat mengurangi tingkat kolesterol jahat,dan kemungkinan terjadi penumpukan plak di arteri dan vena sangat rendah atau bahkan tidak mungkin terjadi. Kandungan positif dari buah naga ini bisa mengaktifkan kolesterol HDL (kolesterol baik)nyang mampu menurunkan koresterol LDL(kolesterol buruk) dengan mengurangi reseptor yang ada di dinding arteri. Menurut sebuah studi yang di terbitkan dalam jurnal Farmakognisi pada tahun 2010,para peneliti menemuan bahwa dengan mengkonsumsi bah naga dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. karena buah naga membunyai kandugan lemak monosaturade yang membantu menjaga hati kita dalam keaadan baik. Selain itu, buah naga bisa menurunkan tingkat stress yang tinggi oksidasi,yang merupakan salah satu faktor utama penyakit jantung.
Untuk menikmati buah naga,selain dapat di konsumsi secara langsung , buah naga juga bisa di buat jus, dan bisa di campurkan dengan buah-buahan lain untuk menambah cita rasanya, seperti contoh berikut.
smoothie buah naga.
  • 1 buah naga ambil bagian dagingnya saja
  • 1 buah pisang
  • 1 gelas air kelapa
  • 1 gelas sari jahe.
Campur semua bahan dan siap untuk di nikmati.
Dibalik penampilannya yang sedikit ekstrim,buah naga memiliki rasa yang sedikit tawar. Mirip seperti buah melon, tapi tidak terlalu manis. Setelah tau dari manfaat buah naga ini, jangan lupa selalu sediakan buah naga dirumah, selain cantik untuk menghias rumah. Manfaatnya pun tidak kalah penting untuk tubuh.